Sabtu, 20 Oktober 2012

OLAHRAGA DI TINJAU DARI ASPEK SOSIOLOGI







TUGAS MATA KULIAH
SOSIOLOGI OLAHRAGA
OLAHRAGA DI TINJAU DARI ASPEK SOSIOLOGI

Oleh :
RIZANI RAHMAN
A1D007265

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN  ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
BANJARBARU
2012




KATA PENGANTAR


Segala puji bagi allah swt atas segala rahmat yang telah di berikan kepada sayasehingga saya bisa menyusun makalah ini tentang Sosiologi Olahraga.
Makalah ini di susun berdasarkan tugas yang di berikan oleh bapak dosen,sebagai syarat akhir Mata kuliah Sosiologi Olahraga. Makalah ini saya susun dengan membaca buku dan informasi dari internet.
Makalah ini saya buat saya usahakan dapat di mengerti saya sendiri dan oranglain, bila ada kesalahan mohon kritik dan saran yang bersifat membangun, agar  bisa perbaikan pembuatan makalah untuk selanjutnya.
Akhir kata, mudah-mudahan makalah ini memberi manfaat dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya dalam perkuliahan sehingga dapat mempermudahdalam proses pembelajaran.

 TTD

                                                                                                      Penulis












BAB 1
PANDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
                  Kajian olahraga terhadap ilmu olahraga diawali dengan keterlibatan sosiologi sebagai salah satu ilmu yang digunakan untuk mengkaji fenomena keolahragaan. Konsep sosiologi dipaparkan sebagai dasar untuk memahami konsep-konsep sosiologi olahraga, khususnya berkaitan dengan proses sosial yang menyebabkan terjadinya dinamika dan perubahan nilai keolahragaan dari waktu ke waktu. Fenomena olahraga mengalami perkembangan begitu pesat sampai kedalam seluruh aspek olahraga. Olahraga tidak hanya dilakukan untuk tujuan kebugaran badan dan kesehatan, tetapi juga menjangkau aspek politik, ekonomi, sosial,dan budaya. Oleh karenanya pemecahan masalah dalam olahraga dilakukan dengan pendekatan inter-disiplin, dan salah satu disiplin ilmu yang dimanfaatkan adalahsosiologi.
                  Dari sisi pelaku dan proses sosial yang terbentuk, semakin memantapkan keyakinan bahwa olahraga merupakan kegiatan yang kecil dan dilakukan dalam perikehidupan masyarakat, artinya fenomena-fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat telah tercermin dalam aktivitas olahraga dengan terdapatnya nilai, norma, pranata, kelompok,
                  Sosiologi berupaya mempelajari masyarakat dipandang dari aspek hubungan antar individu atau kelompok secara dinamis, sehingga terjadi perubahan-perubahan sebagai wujud terbentuknya dan terwarisinya tata nilai dan budaya bagi kesejahteraan pelakunya untuk peningkatan harkat dan martabat kemanusiaan secara utuh menyeluruh.
Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena masyarakat yang dipandang dari sudut hubungan antar manusia yang terwujud dalam suatu proses sosial yang didalamnya melibatkan dan memunculkan struktur sosial, nilai, norma, pranata, peranan, status, individu, kelompok, komunitas, dan masyarakat, sosiologi telah memberi kontribusi pada disiplin ilmu lain untuk keperluan praktis dalam mengkaji dan memecahkan masalah yang muncul. Hasil kajian tersebut digunakan  sebagai landasan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pembinaan dan pengembangan disiplin ilmu terkait.
Disiplin sosiologi yang diterapkan atau digunakan untuk mengkaji permasalahan yang ada pada disiplin ilmu keolahragaan, melahirkan bidang kajian yang diberi label sosiologi olahraga. Latar belakang munculnya kajian sosiologi olahraga ini dapat dikaji dari fenomena yang ada dalam dunia keolahragaan, yaitu: pertama ilmu keolahragaan menggunakan pendekatan inter-disiplin dan cross-disiplin dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi, kedua, telah diyakini dan diakui kebenarannya suatu teori yang  menyatakan: “sport is reflect the social condition” atau “ sport is mirror of society”.
Sebagai disiplin ilmu baru, dan masih dalam proses memperoleh pengakuan dari komunitas masyarakat ilmuwan, keberadaan olahraga telah berkembang sedemikian pesat. Kajian terhadapnya dilakukan dalam frekuensi dan intensitas yang tinggi, baik secara mikro, maupun makro.
Secara mikro, kajian ilmu olahraga difokuskan pada upaya-upaya  meningkatkan kualitas dan kuantitas  teori dan hukum pendukung ilmu olahraga, sehingga dihasilkan temuan-temuan yang dapat memperkokoh keberadaan olahraga sebagai fenomena aktivitas gerak insani yang berbentuk pertandingan ataupun perlombaan, guna mencapai prestasi yang tinggi. Kajian secara mikro dilakukan dalam konteks internal keolahragaan, yang secara epistemologi  diarahkan pada proses pemerolehan ilmu yang digunakan untuk meningkatkan kualitas gerak insani secara lebih efektif dan efisien.
Secara makro, kajian ilmu olahraga diarahkan pada aspek fungsional kegiatan olahraga bagi siapapun yang terlibat langsung maupun tidak langsung, seperti pelaku (atlet), penikmat (penonton), pemerintah, pebisnis dan sebagainya. Pada konteks itu, olahraga dikaji secara aksiologis untuk mengetahui pengaruh olahraga pada pelakunya sendiri atau khalayak luas, terutama pengaruh sosial yang mengakibatkan posisi olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas gerak insani an sich, melainkan telah berkembang secara cepat merambah pada aspek-aspek perikehidupan manusia secara luas. Olahraga pada era kini telah diakui keberadaan sebagai suatu fenomena yang tidak lagi steril dari aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Sehingga tidak berlebihan dikatakan bahwa pemecahan permasalahan  dalam olahraga mutlak diperlukan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah sosiologi.
Olahraga yang hampir selalu berbentuk permainan yang menarik telah dikaji keberadaan sejak dulu. Spencer (1873) menyatakan play as the use of accumulated energy in unused faculties; Gross (1898) menyatakan play was role practice for life; Mc Dougal (1920) menyatakan play was the primitive expression of instincts. Permainan atau play yang telah diformalkan menjadi
game telah diakui dapat berfungsi sebagai media untuk mempersiapkan anak untuk berperan sebagai orang dewasa, bahkan Goerge H. Head (1934) menyatakan games sebagai a medium for the development of the self, sehingga lebih lanjut dikatakan game the extend of man.
Beragam kondisi obyektif di masyarakat dapat dijadikan bukti bahwa olahraga telah merambah pada kehidupan sosial manusia, misalnya: tak ada satupun mass media yang tidak memuat berita olahraga, bahkan di Amerika telah diyakini bahwa tanpa berita olahraga, banyak mass media yang akan bangkrut, karena tidak akan dibaca oleh khalayak. Suatu pertandingan atau perlombaan olahraga telah menyita perhatian berjuta manusia sebagai penikmatnya, telah memakan jutaan dolar untuk penyelenggaraannya, belum lagi tenaga dan waktu yang tersita untuk melaksanakan atau menikmatinya.
Pengaruh olahraga di masyarakat tidak sekedar penghayatan menang atau kalah, tetapi lebih luas lagi menyangkut harga diri, kebanggaan, penyaluran potensi-potensi destruktif, bahkan pada komunitas tertentu, olahraga telah diakui kesejajarannya dengan agama. Dari paparan tersebut, olahraga telah diakui sebagai mikrokosmos kehidupan masyarakat. Upaya pengkajian terhadap masyarakat sebagai whole system dapat dilakukan dengan mengakaji fenomena olahraga sebagai part systemnya. Oleh karena itu, memecahkan masalah olahraga merupakan suatu upaya pendekatan terhadap masyarakat luas, dan ini hanya mampu dilakukan dengan menggunakan sosiologi sebagai salah satu disiplin ilmu yang dilibatkan.





BAB II
TEORI - TEORI
B.Bidang Kajian.
            Bidang kajian sosiologi olahraga sangat luas, mengingat hal itu, para ahli terkait berupaya mencari batasan-batasan bidang kajian yang relevan, misalnya:
  1. Heizemann menyatakan bagian dari teosi sosiologi yang dimasukkan dalam ilmu olahraga meliputi:
  • Sistem sosial yang bersangkutan dengan garis-garis sosial dalam kehidupan bersama, seperti kelompok olahraga, tim, klub dan sebagainya.
  • Masalah figur sosial, seperti figur olahragawan, pembina, yang berkaitan dengan usia, pendidikan, pengalaman dan sebagainya.
  1. Plessner dalam studi sosiologi olahraga menekankan pentingnya perhatian yang harus diarahkan pada pengembangan olahraga dan kehidupan dalam industri modern dengan mengkaji teori kompensasi
  1. Philips dan Madge menulis buku “Women and Sport” menguraikan tentang fenomena kewanitaan yang aktif melakukan dipandang daris sudut sosiologi.
  1. G. Magname yang menulis buku “Sosiologie Van de Sport” menguraikan tentang kedudukan olahraga dalam kehidupan sehari-hari, masalah olahraga rekreasi, masalah juara, dan hubungan antara olahraga dan kebudayaan.
  1. John C. Phillips dalam bukunya yang berjudul Sociology of Sport, mengkaji tema-tema yang berhubungan dengan olahraga dan kebudayaan, pertumbuhan dan rasionalisasi dalam olahraga, pengaruh olahraga terhadap pelakunya, olahraga dalam lembaga pendidikan, wanita dalam olahraga, dan bisnis olahraga.
  1. Abdul Kadir Ateng menawarkan pokok kajian sosiologi olahraga yang meliputi pranata sosial, seperti sekolah dan organisasi lain, dan proses sosial, seperti perkembangan status sosial atau prestise dalam kelompok dan masyarakat.
Dalam bidang penelitian, sosiologi olahraga membuka peluang bagi pengkajian topik yang berkenaan dengan pranata sosial seperti sekolah dan kehidupan politik, stratifikasi sosial, penonton dan motivnya, sosialisasi, etika bertanding, dan masih banyak lagi. Beberapa isu pokok yang dicobaangkat adalah masalah hubungan individu dan kelompok dalam olahraga yang berkaitan dengan peranan dan isu gender, masalah ras, agama, nilai, norma, aspek politik, ekonomi, dan rasionalisasi kegiatan olahraga di negara maju.
Berikut ini ditampilkan contoh-contoh penelitian sosiologi olahraga yang dinyatakan oleh Abdul Kadir Ateng:
  • Pelepasan emosi (dengan cara yang dapat diterima masyarakat)
  • Pembentukan pribadi (mengembangkan identitas diri)
  • Kontrol sosial (penyerasian dan kemampuan prediksi)
  • Sosialisasi (membangun perilaku dan nilai-nilai bersama yang sesuai)
  • Perubahan sosial (interaksi sosial, asimilasi dan mobilitas)
  • Kesadaran (pola tingkah laku yang benar)
  • Keberhasilan (cara pencapaian dengan turut aktif atau sebagai penikmat)
B.     Pengertian sosiologi.
Secara umum, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dan proses-proses social yang terjadi di dalamnya antar hubungan manusia dengan manusia, secara individu maupun kelompok, baik dalam suasana formal maupun material, baik statis maupun dinamis.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi diartikan sebagai ilmu masyarakat yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial,termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah sosial (norma), lembaga sosial, kelompok serta lapisan sosial. Proses social adalah pengaruh timbale balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh timbale balik antara kemampuan ekonomi yang tinggi dengan stabilitas politik dan hukum, stabilitas politik dengan budaya, dan sebagainya.
Sosiologi merupakan disiplin ilmu kategori bukan normatif, artinya bersifat non etis yakni kajian dibatasi pada apa yang terjadi, sehingga tidak ada penilaian dalam proses pemerolehan dan penyusunan teori. 

Sosiologi merupakan disiplin ilmu pengetahuan murni, bukan ilmu pengetahuan terapan, artinya kajian sosiologi ditujukan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak. 

Sosiologi meupakan ilmu pengetahuan empiris dan rasional artinya didasarkan pada observasi obyektif terhadap kenyataan dengan menggunakan penalaran. 
Sosiologi bersifat teoritis yaitu berusaha menyusun secara abstrak dari hasil observasi. Abstrak merupakan kerangka unsur yang tersusun secara logis, bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat berbagai fenomena.
Sosiologi bersifat komulatif, artinya teori yang tersusun didasarkan pada teori yang mendahuluinya.
Obyek suatu disiplin ilmu dibedakan menjadi obyek material dan obyek formal. Obyek material adalah sesuatu yang menjadi bidang/kawasan kajian ilmu, sedang obyek formal adalah sudut pandang / paradigma yang digunakan dalam mengkaji obyek material.
C.     Pengertian sosiologi Olahraga.
Sosiologi olahraga merupakan ilmu terapan, yaitu kajian sosiologis pada masalah keolahragaan.Proses sosial dalam olahraga menghasilkan karakteristik perilaku dalam bersaing dan kerjasama membangun suatu permainan yang dinaungi oleh nilai, norma, dan pranata yang sudah melembaga. Kelompok sosial dalam olahraga mempelajari adanya tipe-tipe perilaku anggotannya dalam mencapai tujuan bersama, kelompok sosial biasanya terwadahi dalam lembaga sosial, yaitu organisasi sosial dan pranata. Beragam pranata yang ada ternyata terkait dengan fenomena olahraga.

D.    Bidang Kajian Sosiologi Olahraga.
Bidang  kajian sosiologi olahraga sangat luas, mengingat hal itu para ahli berupaya mencari batasan bidang kajian yang relevan misalnya:
Heizemann menyatakan bagian dari teori sosiologi yang dimasukkan dalam ilmu olahraga. 

          
lessner dalam studi sosiologi olahraga menekankan pentingnya perhatian yang harus diarahkan pada pengembangan olahraga dan kehidupan dalam industri modern dengan mengkaji teori kompensasi. G Magname menguraikan tentang kedudukan olahraga dalam kehidupan sehari-hari, masalah olahraga rekreasi, masalah juara, dan hubungan antara olahraga dengan kebudayaan. John C.Phillips mengkaji tema yang berhubungan dengan olahraga dan kebudayaan, pertumbuhan, dan rasional dalam olahraga. Abdul Kadir Ateng menawarkan pokok kajian sosiologi olahraga yang meliputi pranata sosial, seperti sekolah, dan proses sosial seperti perkembangan status sosial atau prestise dalam kelompok dan masyarakat. 









BAB III
IMPLIKASI MASALAH

A.    Olahraga Di tinjau Dari Aspek Sosiologi.
Adapun aspek-aspek yang meliputi sosiologi terhadap olahraga  yang terlihat pada masyarakat dari zaman dulu sampai sekarang meliputi :
Sosiologi mempelajari struktur organisasi sosial dan sistem hubungan manusia dan interaksi. Sosiolog mengasumsikan bahwa ada pesanan yang mendasari dan pola perilaku manusia, bahwa perilaku kita adalah sebagian besar ditentukan secara sosial. Dengan demikian, tidak seperti Psycologist, yang berfokus pada individu melalui konsep seperti motivasi dan kepribadian, Sosiolog tertarik dalam karakteristik sosial (misalnya, gender atau tingkat sosial), isu-isu sosial, dan faktor eksternal individu, terutama karena mereka membentuk perilaku dan mempengaruhi gaya hidup.
Karena olahraga dan aktivitas fisik telah menjadi unsur meluas dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi, sosiologi olahraga sebagai mengajukan penelitian dan studi telah berkembang dengan pesat sejak pertengahan 1960-an. tujuan utama dari sub disiplin ini adalah:
1. Menemukan dan menggambarkan proses pola sosial, dan masalah yang terkait dengan perilaku individu dan kelompok dalam pengaturan olahraga.
2. Untuk mengembangkan penjelasan proses pola sosial, dan masalah dengan menggunakan perspektif teoritis dan alat-alat penelitian sosiologi.
3. Untuk mencari bukti-bukti penelitian yang akan menyangkal Mitos yang berlaku, Stereotypes (pandangan negative) dan asumsi tentang olahrga dan aktivitas fisik.
4. Untuk mengungkapkan, kritik, dan memperbaiki masalah dalam olahraga yang disebut banyak menyapu dan membongkar motif studi sosiologis.
5. Untuk menggunakan pengaturan olahraga dan kelompok untuk lebih memahami aspek yang lebih umum dari realitas sosial dan interaksi sosial, misalnya dengan menggunakan tim olahraga untuk mempelajari fenomena seperti keefektifan kelompok berinteraksi, kelompok atau keberhasilan dan proses-proses sosial yang terlibat dalam organisasi yang kompleks.
6. Untuk memberikan bukti kebijakan olahraga dan kebugaran dan program yang dapat dikembangkan dan direvisi dan,
7. Untuk mengidentifikasi dan menawarkan solusi untuk masalah-masalah sosial yang luas dalam kegiatan pengaturan olahraga dan aktivitas fisik (misalnya obat-obatan, kekerasan, diskriminasi, chating).
Sosiologi olahraga dan aktivitas fisik menyelidiki struktur oraganization sosial dan sistem interaksi manusia yang terjadi dan berhubungan dengan domain olahraga, rekreasi, dan kegiatan fisik.


BAB IV
PENUTUP
A.   Kesimpulan.

Sebagai calon guru yang memiliki profesionalitas di bidang olahraga, maka kita perlu lebih memahami dan memiliki pengetahuan tentang sosialisasi olahraga yang meliputi aspek-aspek pendukung, demi kelancaran dalam menyelenggarakan suatu organisasi olahraga ataupun dalam hal kependidikan.
Untuk itulah perlu pemahaman yang lebih terarah pada penekanan bagaimana memasyarakatkan olahraga agar masyarakat dapat menjadi manusia olahraga yang dapat mempunyai sifat disiplin, hidup teratur, hidup sehat serta selalu bersikap sportif terhadap semua orang tanpa memandang seseorang dari segi manapun.
Tetapi yang jauh lebih penting adalah mendorong pertumbuhan roda bisnis dan ekonomi agar menjadi sebuah industri olahraga yang bisa dinikmati pelaku olahraga dan masyarakat lainnya. Di sanalah sebenarnya terletak "dana abadi" olahraga, dan di sana pulalah arti paling hakiki dari kebangkitan olahraga Indonesia. Sehingga kita bisa berteriak "OLAHRAGA INDONESIA KEBANGGAANKU!
B.   Saran.
Sebagai calon pendidik hendaknya kita lebih memahami cara mempersiapkan diri dalam memasyarakatkan olahraga khususnya dalam ilmu sosiologi olahraga demi kelancaran tujuan yang ingin dicapai yakni menjadikan masyarakat yang sehat jasmani maupun rohani.Selain itu fasilitas peralatan juga mendukung kelancaran agar kelancaran proses sosialisasi tersebut, maka dari itu sudah saatnya kita menyiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik.

















DAFTAR PUSTAKA















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar